Tutorial ini diperuntukan mesin Mikrotik dengan External Proxy, yang akan dibahas disini adalah bagaimana Mikrotik bisa menonaktifkan perintah redirect port yang dibelokkan ke external proxy ketika mesin server mati atau terputus dengan server atau service port proxy dalam kondisi mati secara tiba-tiba tetapi kondisi mesin masih menyala, dan bagaimana Mikrotik bisa kembali mengaktifkan redirect port ke external proxy ketika terhubung kembali dengan server atau port proxy tersedia kembali. Dengan cara:
1. Mikrotik selalu melakukan ping ke IP server external proxy, jika terputus maka Mikrotik akan menonaktifkan perintah redirect port dan sebaliknya.
2. Disini tidak akan tergantung dengan situs-situs diluar agar kondisinya bisa digaransi, melainkan dari server external proxy akan memantau port proxy-nya sendiri setiap berapa detik sekali, setiap kondisi port proxy mengalami kegagalan maka server akan mengirimkan perintah ke Mikrotik melalui SSH agar Mikrotik menonaktifkan perintah redirect port dan kondisi sebaliknya pula.
Tujuannya adalah ketika tiba-tiba server external proxy dalam kondisi mati sendiri dan daemon proxy down sendiri karena ada sesuatu yang faild maka dari sisi client masih tetapi bisa browsing tanpa memakai external proxy tanpa campur tangan administratornya karena yang bersangkutan sedang tertidur dan keperluan lainnya.
Tutorial ini hanya contoh, silahkan disesuaikan kondisi masing-masing, maka itu sebelumnya saya memberi contoh topology yang saya pakai.
IP either1: 192.168.3.254, nama interfaces: to_proxy
IP either2: 192.168.1.254, nama interfaces: to_warnet
IP either3: 192.168.2.245, nama interfaces: to_wifi
IP eth0 external proxy: 192.168.3.253
Disini saya anggap bahwa server proxy sudah diinstall dan berjalan dengan baik, begitu juga kondisi dial modem maupun Mikrotik sudah bisa berjalan tanpa external proxy.
Langkah Pertama :
Buat Rule di Mirkotik untuk Redirect port 80/HTTP dan 3128/PROXY dari wifi maupun warnet diarahkan ke external proxy 192.168.3.253 port 3128
Buat script di Mikrotik yang bertujuan selalu mengontrol koneksi dari mikrotik ke external proxy, bila terjadi koneksi terputus akan menonaktifkan redirect dan sebaliknya, dalam interval 1 detik sekali melakukan ping dengan batasan latency maksimal 20ms.
Dan sebaliknya colokan kembali kabel UTP-nya, seharusnya otomatios akan enable.
Langkah Ketiga :
Buat account user di Mikrotik missal dengan nama proxy tanpa password dan beri allow hanya bisa dipakai dari host ber-IP interfaces server external proxy untuk keamanan.
Buat script di linux (external proxy) tetapi install dahulu repository NMAP karena akan menghandalkan tools tersebut untuk deteksi port proxy.
install NMAP….
Agar setiap kali si server external proxy booting/restart selalu dipanggil dan berjalan sebagai daemon maka tambahkan baris perintah dibawah ini di dalam file /etc/rc.local….
Reboot server external proxy-nya, kemudian uji coba dengan memantau Mikrotik ip firewall nat, coba daemon squid-nya matikan dan seharusnya rule redirect di Mikrotik otomatis disable dan di log pasti ada pesan tanda merah… dan sebaliknya hidupkan kembali daemon squid-nya, seharusnya rule redirect di Mikrotik akan aktif kembali dan ada pesan di log-nya.
untuk mematikan daemon squid/proxy
untuk menghidupkan kemabli daemon squid/proxy
-----------------------------
Silahkan tutorial ini dengan bebas dipakai dan dikembangkan namun mohon penghargaannya jika tutorial ini akan ditulis kembali ditempat lain semisal di forum, wiki maupun dimanapun…
mohon menyebutkan sumbernya dengan memberikan link thread ini.
------------------------------
Akhir kata wassalamualaikum dan semoga bermanfaat.


