Aplikasi Protokol TCP/IP (Talk, IRC, Teleconference, Netowork Security)
1. Talk (percakapan) Antar Pemakai
Melalui internet, kita dapat melakukan talk dengan bantuankeyboard. Aplikasi talk pada mesin UNIX memungkinkan percakapan antara 2
user. User dapat berada pada mesin yang sama ataupun berbeda.
Bila perintah talk
akan ditampilkan pesan bahwa user sedang menunggu respon dari user yang
dituju. Selanjutnya jika user mengetahui ada user lain yang sedang
mengajak talk maka user dapat menjawab dengan perintah talk
2. Internet Relay Chat (IRC)
Beberapa server juga menyediakan layanan untuk percakapan multiuser. Setiap user mendapat suatu nickname (namapanggilan) dan dapat bercakap-cakap sebagaimana layaknya beberapa orang
bercakap-cakap. Pesan dari tiap user ditandai dengan nama panggilannya,
sehingga jalannya percakapan dapat dimengerti oleh seluruh user yang
tergabung dalam kanal percakapan yang sama. Uniknya, IRC menyambungkan
beberapa server sekaligus, dimana suatu kanal pada suatu IRC server juga
dihubungkan dengan kanal yang sama pada server yang lain.
3. Audio/Video Teleconference
Untuk menjalankan aplikasi-aplikasi ini, dibutuhkan bandwidhkomunikasi yang relatif besar karena trafik data pada aplikasi ini cukup
besar. Percakapan audio visual, sebagaimana percakapan melalui
keyboard, juga dapat dilakukan antar dua pihak maupun lebih dari dua.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengiriman gambar dan suara adalah video
camera dan audio card berikut microphone. Sedangkan untuk penerimaan,
cukup dengan monitor dan penambahan speaker pada audio card.
Sebagai aplikasi yang bersifat real-time, aplikasi video/audio
conference ini sangat sensitif terhadap delay. Oleh karena itu, aplikasi
ini baru dapat berjalan dengan baik jika kita memiliki infrastruktur
jaringan telekomunikasi yang dapat memberikan kecepatan dan bandwidth
komunikasi yang cukup.
4. Network Security (Firewall & Proxy)
Integrasi LAN dengan LAN atau LAN dengan WAN biasanya melibatkanrouter atau gateway ebagai penghubung antara satu LAN dengan LAN lainnya
atau dengan WAN. Biasanya akses dari dua arah bisa berlangsung tanpa
ada proses filtering.
Jika kita tinjau sistem jaringan yang lebih besar seperti Internet,
kemudahaan akses ini mempunyai dampak yang lain. Dengan tersambungnya
LAN suatu perusahaan ke Internet, maka seluruh komputer yang tersambung
pada LAN tersebut akan dapat mengakses Internet. Namun hal ini juga
berarti bahwa seluruh komputer yang ada di Internet (= seluruh dunia)
dapat pula mengakses komputer yang ada di LAN perusahaan. Kondisi
demikian dapat menimbulkan masalah-masalah keamanan data atau pencurian
informasi karena adanya kemungkinan penggunaan akses secara tidak sah.
Hal ini tentu saja tidak diinginkan, mengingat informasi yang termasuk
“rahasia perusahaan” merupakan informasi yang tidak boleh diketahui oleh
pesaing-pesaing perusahaan. Selain itu, kerusakan file-file yang berisi
data penting perusahaan yang disebabkan oleh perbuatan pihak-pihak yang
tidak bertanggung jawab dapat pula melumpuhkan operasional perusahaan.
Untuk mengatasi hal ini, akses dari jaringan luar ke jaringan internal perusahaan perlu dibatasi. Untuk itu digunakan konsep Firewall yang
menggunakan suatu komputer sebagai pemisah jaringan internal dan
jaringan publik/Internet. Kondisi yang paling aman adalah menutup akses
antara kedua jaringan, yakni dengan meniadakan fungsi ip forwarding pada
komputer gateway yang memisahkan jaringan internal dan jaringan
Internet tadi. Namun demikian, hal ini juga berarti tertutupnya akses ke
Internet bagi seluruh komputer yang ada di LAN internal. Untuk itu,
komputer yang berfungsi sebagai Firewall juga menyediakan fungsi khusus yang disebut dengan proxy.


